Pencurian Ikan: Bom Waktu Ekonomi Maritim Indonesia
Tindak pidana illegal fishing, atau pencurian ikan, bukan sekadar pelanggaran administrasi, melainkan kejahatan terorganisir yang menggerogoti kekayaan laut dan ekonomi suatu negara. Praktik ini meliputi penangkapan ikan tanpa izin, penggunaan alat tangkap terlarang, penangkapan di wilayah konservasi, hingga manipulasi data hasil tangkapan. Dampaknya, terutama bagi ekonomi, bagaikan bom waktu yang terus berdetak.
Dampak Ekonomi yang Menghancurkan:
- Kerugian Negara Triliunan Rupiah: Illegal fishing menyebabkan hilangnya potensi penerimaan negara dari pajak, retribusi, dan pungutan perikanan yang seharusnya sah. Setiap tahun, kerugian ini bisa mencapai angka fantastis, triliunan rupiah, yang seharusnya dapat digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat.
- Mencekik Nelayan Lokal dan Industri Legal: Para nelayan tradisional dan pelaku usaha perikanan yang patuh hukum menjadi korban utama. Mereka harus bersaing dengan praktik ilegal yang tidak membayar pajak dan seringkali menggunakan metode merusak, mengakibatkan penurunan hasil tangkapan dan anjloknya harga ikan di pasar. Hal ini mengancam mata pencarian, memicu kemiskinan, serta menghambat pertumbuhan industri perikanan yang legal dan berkelanjutan.
- Ancaman Kedaulatan Pangan dan Investasi: Eksploitasi berlebihan oleh illegal fishing menguras stok ikan dan merusak ekosistem laut, seperti terumbu karang dan habitat penting lainnya. Padahal, sumber daya laut adalah fondasi kedaulatan pangan dan sumber investasi di sektor pengolahan ikan, pariwisata bahari, hingga farmasi. Kerusakan ini mengikis potensi ekonomi masa depan dan membuat investor enggan berinvestasi.
- Beban Pengawasan dan Penegakan Hukum: Negara terpaksa mengeluarkan anggaran besar untuk pengawasan, patroli, dan penegakan hukum guna memerangi illegal fishing. Biaya operasional ini bisa dialokasikan untuk sektor produktif lainnya jika saja praktik pencurian ikan tidak merajalela.
Singkatnya, illegal fishing adalah ancaman nyata yang menguras kekayaan laut kita, merusak lingkungan, dan menghancurkan fondasi ekonomi maritim. Penindakan tegas, pengawasan ketat, dan kerja sama lintas sektor adalah kunci untuk melindungi laut dan menjamin keberlanjutan ekonomi maritim bangsa.











